Sewa Menyewa Versus Gadai dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadist

Authors

Keywords:

Sewa menyewa (ijarah), Gadai (rahn), al-Qur’an, Hadis

Abstract

Praktik sewa-menyewa (ijarah) dan gadai (rahn) banyak dilakukan dalam kehidupan masyarakat Muslim saat ini karena kebutuhan terhadap transaksi keuangan yang cepat dan aman. Namun realitas menunjukkan sering terjadinya penyimpangan dari ketentuan syariah, seperti ketidakjelasan manfaat barang sewaan atau penyalahgunaan barang gadai. Hal ini menimbulkan masalah sehingga perlu dilakukan kembali penelaahan terhadap sumber utama hukum Islam (al-Qur’an dan Hadits) serta pandangan ulama klasik dan kontemporer untuk mendapatkan pemahaman hukum yang tepat. Penelitian ini merumuskan tiga pertanyaan utama: (1) Bagaimana pandangan al-Qur’an dan Hadits tentang ijarah dan rahn? (2) Bagaimana penafsiran para mufassir dan muhaddits klasik dan kontemporer terhadapnya? (3) Bagaimana istinbath hukum kedua akad tersebut dalam fiqh muamalah?. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan ketentuan hukum ijarah dan rahn serta menilai relevansinya dalam praktik ekonomi modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif studi kepustakaan dengan pendekatan komparatif (muqāran). Sumber utamanya adalah ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi , didukung tafsir dan syarah klasik maupun kontemporer. Analisis dilakukan secara tematik dan istinbath hukum berdasarkan kaidah ushul fiqh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ijarah dan rahn sama-sama dibolehkan dalam Islam, tetapi memiliki perbedaan dalam rukun, syarat, objek, dan akibat hukum. Ijarah berfokus pada pemanfaatan barang atau jasa, sedangkan rahn pada barang sebagai jaminan utang. Jumhur ulama sepakat keduanya sah dan mengikat, serta dapat melindungi hak para pihak. Para ulama kontemporer menilai bahwa keduanya memiliki nilai maslahat tinggi bila diterapkan secara transparan dan sesuai prinsip syariah dalam sistem keuangan modern.

References

‘Uthmānī, Muhammad Taqi, Islamic Finance: Principles and Practice (Karachi: Idara Isha’at, 2001)

ʿĀbidīn, Ibn, Radd al-Muḥtār (Beirut: Dār al-Fikr, 1992)

al-‘Asqalānī, Ibn Ḥajar, Fatḥ al-Bārī bi Syarḥ Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, (Beirut: Dār al-Ma‘rifah, 1379 H)

al-‘Aynī, Badr al-Dīn, ‘Umdat al-Qārī Sharḥ Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (Beirut: Dār Ihyā’ al-Turāth al-‘Arabī, 2001)

al-ʿAsqalānī, Ibn Ḥajar, Fatḥ al-Bārī (Beirut: Dār al-Maʿrifah, 1379 H)

Al-Dusūqī, Ḥāsyiyah al-Dusūqī, Juz 3 (Beirut: Dār al-Fikr, 1996)

al-Jaṣṣāṣ, Abū Bakr, Aḥkām al-Qur’ān (Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1998)

al-Jaṣṣāṣ, Aḥkām al-Qur’ān (Beirut: Dār Iḥyā’ al-Turāth al-‘Arabī, 1994)

al-Nawawī, al-Majmū‘ Sharḥ al-Muhadhdhab (Beirut: Dār al-Fikr, 1997)

al-Nawawī, Sharḥ Ṣaḥīḥ Muslim (Beirut: Dār Ihyā’ al-Turāth al-‘Arabī, 1991)

al-Qaraḍāwī, Yusuf, Fiqh al-Mu‘āmalāt al-Māliyyah (Kairo: Maktabah Wahbah, 1998)

al-Qarḍāwī, Yusuf, Fiqh al-‘Amal wa al-‘Uqūd al-Māliyyah fī al-Islām (Kairo: Dār al-Shurūq, 1994)

al-Qurṭubī, Muḥammad ibn Aḥmad, al-Jāmi‘ li-Aḥkām al-Qur’ān, (Kairo: Dār al-Kutub al-Miṣriyyah, 1967)

al-Rāzī, Fakhruddin, Mafātīḥ al-Ghayb (Beirut: Dār Iḥyā’ al-Turāth al-‘Arabī, 1992)

Al-Sarakhsī, al-Mabsūṭ, Juz 16 (Beirut: Dār al-Maʿrifah, 1993)

al-Suyūṭī, al-Ashbāh wa al-Naẓā’ir (Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1990), 85.

al-Ṭabarī, Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān (Kairo: Dār Hijr, 2001)

al-Zuḥaylī, Wahbah, al-Fiqh al-Islāmī wa Adillatuh, (Damaskus: Dār al-Fikr, 1985)

Antonio, Muhammad Syafi’i, Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik, (Jakarta: Gema Insani, 2001)

Kathīr, Ismā‘īl ibn ‘Umar Ibn, Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm, (Riyadh: Dār Ṭayyibah, 1999)

Khalāf, ‘Abd al-Wahhāb, ʿIlm Uṣūl al-Fiqh (Kairo: Dār al-Qalam, 1982)

Qudāmah, Ibn, al-Mughnī (Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1994)

Shihab, M. Quraish, Tafsir al-Misbah (Jakarta: Lentera Hati, 2002)

Shihab, M. Quraish, Wawasan al-Qur’an (Bandung: Mizan, 2007)

Downloads

Published

2026-06-09